Selasa, 03 Mei 2011

sosiolinguistik

A.    Pengertian Sosiolinguistik
Ada beberapa rumusan yang dikemukakan oleh beberapa pakar sosiolinguistik terkait pengertian sosiolinguistik, antara lain:

-          ­Menurut Abdul Chaer sosiolinguistik adalah bidang ilmu antardisiplin yang mempelajari bahasa dalam kaitannya dengan penggunaan bahasa itu di dalam masyarakat. (Abd. Chaer dan Leonie Agustina, 2004:2) 
-          Nababan mengatakan bahwa sosiolinguistik adalah pengkajian bahasa dengan dimensi kemasyarakatan. (Nababan, 1984:2)
-          Menurut Fishman, sosiolinguistik merupakan kajian tentang ciri khas variasi bahasa, fungsi-fungsi variasi bahasa dan pemakaian bahasa, karena ketiga unsur ini selalu berinteraksi, berubah, dan saling mengubah satu sama lain dalam satu tutur bahasa masyarakat. (J. A. Fishman, 1972:4)
Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa sosiolinguistik adalah gabungan dua disiplin ilmu, yakni Sosiologi dan linguistik yang di dalamnya membahas bahasa dalam ranah kemasyarakatan, baik itu tentang ciri khas variasi bahasa, fungsi-fungsinya, penerapan bahasa, dan lain sebagainya.
Dengan ilmu inilah kita bisa mengetahui tentang penerapan bahasa dalam lingkungan sosial kita. Misalnya, perbedaan bahasa di setiap daerah dan faktor-faktor sosial lain yang berkaitan dengan bahasa.
Setelah dilakukan penelitian, ternyata ada istilah lain untuk ilmu ini, yakni sosiologi bahasa. Kedua istilah ini dianggap sama oleh banyak orang, tetapi ada banyak  juga yang mengatakan kedua istilah tersebut berbeda. Ada yang mangatakan bahwa digunakannya istilah sosiolinguistik itu disebabkan karena dalam penelitiannya dimasuki dari bidang linguistik; sedangkan istilah sosiologi bahasa digunakan apabila penelitian itu dimasuki dari bidang sosiologi. (Nababan, 1884:3, juga Bright, 1992: vol 4:9). Salah satu pakar sosiolinguistik yang namanya sudah masyhur dalam dunia ilmu sosiolinguistik, yaitu J. A. Fishman mengemukakan pendapatnya mengenai masalah tersebut; beliau mengatakan kajian sosiolinguistik lebih bersifat kualitatif, sedangkan kajian sosiologi bahasa bersifat kuantitatif. Jadi, pada hakikatnya kajian sosiolinguistik lebih mengarah kepada penerapan dan penggunaan bahasa sebenarnya, seperti pemilihan dialek yang dilakukan oleh Mutakallim dalam komunitas tertentu atau daerah tertentu. Sedangkan sosiologi bahasa lebih mengarah vipada faktor-faktor sosial yangsaling bertimbal balik dengan bahasa.

B.     Ruang Lingkup Sosiolinguistik
Ruang lingkup sosiolinguistik terbagi menjadi dua macam, yaitu Sosiolinguistik Mikro dan Sosiolinguistik Makro. (Abd. Syukur, 1995:43)
1.      Sosiolinguistik Mikro
Yakni ruang lingkup sosiolinguistik yang berhubungan dengan kelompok kecil. Titik pusat pengkajian mikro sosiolinguistik adalah tingkah ujar (speech act) (Sharle, 1965) yang terjadi di dalam kelompok-kelompok primair menurut sosiolog, dan tingkah ujar itu dimodofikasi oleh variabel-variabel seperti status keakraban (intimasi), pertalian keluarga, sikap, dan tujuan antara tiap anggota kelompok. Kebanyakan variabel linguistik digolongkan ke dalam kelompok yang umumnya disebut register (Crystal dan Davi, 1969) dan bukan dalam kelompok dialek, yaitu variabel yang diakibatkan oleh penggunaan bahasa oleh individu dalam situasi tertentu yang diamati, dan bukan pula variasi yang diakibatkan oleh karakteristik yang relatif permanen pada diri si pemakai bahasa seperti umur, pendidikan, kelas sosial dan seterusnya.

2.      Sosiolinguistik Makro
Yakni ruang lingkup sosiolinguistik yang berhubungan dengan masalah prilaku bahasa dan struktur sosial. Kajian intinya adalah: komunikasi antar kelompok, barangkali di dalam konteks satu kelompok masyarakat, misalnya tentang penggunaan bahasa ibu dan bahasa lokal oleh kelompok-kelompok linguistik minoritas.

C.    Tujuan Sosiolinguistik
Sosiolinguistik mempunyai tujuan yang luas dan inter disipliner, yaitu memadukan struktur linguistik dan sosial dalam bentuk teori yang bisa menyatukan linguistik dengan ilmu-ilmu kemanusiaan melalui kajian tentang bentuk bahasa yang dipakai di dalam konteks kehidupan sosial. (Abd. Syukur, 1995:47)
Dari penjelasan diatas, sudah sangat jelas bahwa sosiolinguistik berusaha menyatukan antara linguistik dan sosiologi yang tujuan adalah agar kita dapat menerapkan dan menggunakan bahasa sesuai dengan masyarakat tertentu, dengan ragam bahasa tertentu dan prilaku bahasa.

D.    Manfaat sosiolinguistik
Setiap ilmu pengetahuan pastilah mempunyai manfaat dalam kehidupan real yang kita jalani sehari-hari. Begitu juga dengan sosiolinguistik. Sosiolinguistik mempunyai manfaat yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari, karena bahasa adalah alat komunikasi kita sehari-sehari dalam berinteraksi dengan mayarakat di sekeliling kita. Dalam praktek penggunaannya sosiolinguistik mengajarkan kita bagaimana menggunakan bahasa. Ilmu ini menjelaskan bagaimana cara kita menggunakan bahasa dalam dimensi masyarakat atau segi sosial tertentu. Sebagaimana yang dirumuskan oleh Fishman (1967:15) bahwa yang menjadi persoalan sosiolinguistik adalah “who speak, what language, to whom, when, and to what end”. Dari rumusan ini kita dapat menjabarkan manfaat atau kegunaan dari sosiolinguistik.
Dalam berkomunikasi atau berinteraksi sehari-hari, sosiolinguistik memeberikan sebuah pedoman dan cara kepada kita dalam menggunakan bahasa, baik itu berupa ragam bahasa atau gaya bahasa apa yang harus kita terapkan apabila kita berbicara dengan orang tertentu.

Daftar Pustaka


·         Chaer, A dan Leoni A. 2004.Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.
·         Syukur, A. 1995.Sosiolinguistik: Sajian, Tujuan, Pendekatan, dan Problem. Surabaya: Usaha Nasional
·         Wijana, I Dewa Putu. 2006. Sosiolinguistik: kajian Teori dan Analisis.Yogyakarka: Pustaka Belajar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar